Bulatan Sport – Kemenangan besar atas Manchester United menjadi salah satu malam paling berkesan bagi Como 1907. Namun, pelatih Cesc Fabregas tak ingin hasil tersebut membuat para pemainnya merasa sudah mencapai sesuatu yang besar.
Como menang 4-1 saat menjamu Manchester United pada pertandingan Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) waktu setempat.
Hasil itu semakin menarik perhatian karena Como baru menjalani musim pertamanya di kompetisi elite Eropa. Mereka mampu mengalahkan klub dengan sejarah panjang di Liga Champions melalui permainan menyerang yang efektif.
Meski demikian, Fabregas memilih mengingatkan skuadnya agar tetap membumi. Baginya, kemenangan atas Manchester United baru akan semakin berarti apabila Como mampu mempertahankan kualitas permainan dalam pertandingan berikutnya.
Fabregas Belum Mau Larut dalam Kemenangan
Kepada Sky Sport Italia, Fabregas mengungkapkan kepuasannya melihat penampilan para pemain. Ia menilai Como mampu menjalankan rencana permainan dengan baik, termasuk ketika menghadapi tekanan dari lawan.
Namun, pelatih asal Spanyol tersebut juga menyadari bahwa perjalanan timnya masih panjang. Sebagian pemain Como bahkan belum memiliki banyak pengalaman bertanding di Liga Champions.
Kondisi itulah yang membuat Fabregas tidak ingin kemenangan besar menjadi alasan untuk mengendurkan kerja keras.
Perhatian sang pelatih kini tertuju pada bagaimana para pemain merespons keberhasilan tersebut. Como harus kembali menghadapi pertandingan Serie A hanya beberapa hari setelah tampil di kompetisi Eropa.
Ujian berikutnya datang ketika Como dijadwalkan menghadapi Sassuolo pada Sabtu (24/10/2026).
Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Manchester United
Dalam pertandingan tersebut, Nico Paz tampil sebagai salah satu pemain paling menentukan bagi Como.
Gelandang asal Argentina itu membuka keunggulan tuan rumah ketika pertandingan baru berlangsung sekitar dua menit. Gol cepat tersebut memberikan Como kepercayaan diri untuk terus menekan Manchester United.
Memasuki babak kedua, Anastasios Douvikas menggandakan keunggulan pada menit ke-49 setelah menerima umpan dari Paz.
Delapan menit kemudian, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Como pun unggul tiga gol tanpa balas.
Jacobo Ramon memperbesar keunggulan menjadi 4-0 melalui sundulannya pada menit ke-76. Manchester United baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa tambahan waktu lewat Joshua Zirkzee.
Dua gol dan satu assist membuat Paz mempunyai peran besar dalam kemenangan tersebut. Pergerakannya di area serangan juga berkali-kali menyulitkan pertahanan tim asuhan Michael Carrick.
Kemenangan Besar Belum Menjamin Konsistensi
Keberhasilan menghadapi Manchester United memperlihatkan perkembangan Como sejak ditangani Fabregas.
Mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu membangun tim yang berani menguasai bola sekaligus memberikan ruang kepada pemain kreatif untuk mengambil keputusan di lapangan.
Namun, mempertahankan performa seperti itu sepanjang musim tentu menjadi tantangan tersendiri.
Como harus membagi perhatian antara kompetisi domestik dan Liga Champions. Jadwal yang padat menuntut kesiapan fisik, rotasi pemain, serta kemampuan mempertahankan intensitas permainan.
Bagi Fabregas, keberhasilan mengalahkan klub besar tidak boleh membuat tim kehilangan disiplin ketika menghadapi lawan berikutnya.
Kemenangan atas Manchester United memang menjadi pencapaian penting bagi Como. Akan tetapi, kemampuan menjaga konsistensi dalam beberapa bulan ke depan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai seberapa jauh tim asal Italia tersebut mampu bersaing di level tertinggi.






